Selasa, 17 April 2012
On 22.32 by keysara No comments
KEADILAN
Teori Keadilan John Rawls Pemahaman Sederhana
Dari beberapa nama tersebut John Rawls, menjadi salah satu ahli yang selalu menjadi rujukan baik ilmu filsafat, hukum, ekonomi, dan politik di seluruh belahan dunia, tidak akan melewati teori yang dikemukakan oleh John Rawls. Terutama melalui karyanya A Theory of Justice, Rawls dikenal sebagai salah seorang filsuf Amerika kenamaan di akhir abad ke-20. John Rawls dipercaya sebagai salah seorang yang memberi pengaruh pemikiran cukup besar terhadap diskursus mengenai nilai-nilai keadilan hingga saat ini.
Akan tetapi, pemikiran John Rawls tidaklah mudah untuk dipahami, bahkan ketika pemikiran itu telah ditafsirkan ulang oleh beberapa ahli, beberapa orang tetap menggap sulit untuk menangkap konsep kedilan John Rawls. Maka, tulisan ini mencoba memberikan gambaran secara sederhana dari pemikiran John Rawls, khususnya dalam buku A Theory of Justice. Kehadiran penjelasan secara sederhana menjadi penting, ketika disisi lain orang mengangap sulit untuk memahami konsep keadilan John Rawls.
Teori keadilan Rawls dapat disimpulkan memiliki inti sebagai berikut:
- Memaksimalkan kemerdekaan. Pembatasan terhadap kemerdekaan ini hanya untuk kepentingan kemerdekaan itu sendiri,
- Kesetaraan bagi semua orang, baik kesetaraan dalam kehidupan sosial maupun kesetaraan dalam bentuk pemanfaatan kekayaan alam (“social goods”). Pembatasan dalam hal ini hanya dapat dizinkan bila ada kemungkinan keuntungan yang lebih besar.
- Kesetaraan kesempatan untuk kejujuran, dan penghapusan terhadap ketidaksetaraan berdasarkan kelahiran dan kekayaan.
Untuk meberikan jawaban atas hal tersebut, Rows melahirkan 3 (tiga) pronsip kedilan, yang sering dijadikan rujukan oleh bebera ahli yakni:
- Prinsip Kebebasan yang sama (equal liberty of principle)
- Prinsip perbedaan (differences principle)
- Prinsip persamaan kesempatan (equal opportunity principle)
Rawls berpendapat jika terjadi benturan (konflik), maka: Equal liberty principle harus diprioritaskan dari pada prinsip-prinsip yang lainnya. Dan, Equal opportunity principle harus diprioritaskan dari pada differences principle.
Keysara Nurani
58411283
1IA07
Rabu, 11 April 2012
On 09.13 by keysara No comments
By Keysara Nurani
April 10, 2012 | Categories: Movies
One Day merupakan film tahun 2011 yang merupakan adaptasi dari novel best seller karya David Nicholls yang terbit tahun 2009. Novel tersebut mendapatkan respon luar biasa dari pembaca dan para kritikus yang menjadikannya sebagai salah satu karya terbaik dan dianugerahi sebagai Galaxy Book of the Year tahun 2010.
One Day mengisahkan tentang dua orang yang tidak begitu saling mengenal, Dexter (Jim Sturgess) dan Emma (Anne Hathaway), meskipun mereka berdua berada di universitas yang sama, saat kelulusan dari situ lah mereka saling mengenal dan yang menghabiskan waktu bersama di tahun1988. Sejak hari itu, mereka sepakat untuk tetap berteman di tahun-tahun berikutnya. Sepanjang perjalanan hidup mereka, Emma dan Dexter menyempatkan diri untuk bertemu di tanggal yang sama saat mereka pertama kali bersama setiap tahunnya. Emma meniti karir sebagai guru sempat bekerja di sebuah restaurant dan Dexter menjadi seorang presenter tengil ternama. Banyak hal yang mereka alami, sampai dari keduanya sudah memiliki pasangan masing-masing samapi mereka akhirnya kembali bersama banyak suka dan duka yang mereka rasakan. Persahabatan mereka terus tumbuh sampai dua puluh tahun berlalu berubah menjadi sebuah ikatan yang lebih intim dan mereka pun menyadari bahwa pada dasarnya mereka selalu saling membutuhkan satu sama lain, bagaimana pun keadaan mereka.
Tidak Sesempurna Best Seller-nya
Tidak semua film adaptasi atau bahkan kebanyakan film adaptasi bisa memuaskan penggemar karya aslinya. Para pembaca yang jatuh hati dengan novel One Day mungkin akan berharap cukup tinggi ketika karya tersebut diangkat ke layar lebar. Apakah memang sememuaskan versi novelnya?Setelah banyak kegagalan dan kekecewaan yang dituai setelah menyaksikan versi film dari sebuah karya novel/komik, seharusnya untuk karya yang satu ini kita tidak perlu berharap apa pun. Kisah cinta antara Emma dan Dexter yang dipaparkan dengan sangat detail, mendalam, dan penuh chemistry oleh David Nicholls ini tidak dieksekusi dengan baik oleh Lone Scherfig. Banyaknya bagian yang dipotong dari karya aslinya dan akting kedua pemain yang seakan tidak sinkron satu sama lain membuat chemistry antara kedua karakter tersebut tidak terasa. Saya tidak merasakan apa pun saat menyaksikan dua bintang tersebut berinteraksi.
Selain itu, saya juga menyayangkan pemilihan aktris Anne Hathaway karena Anne tidak berhasil membawakan karakter Emma dengan logat british-nya dengan baik. Sebuah detail yang simpel tapi sedikit mengganggu. Satu-satunya hal yang membuat saya terhibur adalah penampilan prima Jim Sturgess yang berhasil memerankan karakter Dexter yang flamboyan dan bergaya hedon.
Kembali ke perbandingan dengan karya aslinya, jika Anda belum memiliki kesempatan untuk membaca novelnya, mungkin Anda akan sedikit kebingungan dengan lompatan-lompatan adegan yang terjadi. Bagi saya yang sudah membaca novelnya dan kemudian menyaksikan film tersebut, lompatan-lompatan adegan tersebut sangat mengecewakan karena membuat hubungan unik antara Emma dan Dexter tidak tergambarkan dengan jelas. Selain itu, lompatan adegan tersebut juga membuat karakter tiap tokoh yang ada di film ini tidak tergali dengan baik.
Film ini telah rilis di Inggris dan negara lainnya tahun lalu. Bahkan, DVD-nya telah beredar di pasaran. Pilihan Anda untuk menyaksikan film ini di bioskop atau membeli DVD-nya saja dan menyaksikannya di rumah saat senggang.
Rilis:
8 Februari 2012 (Indonesia)
Genre:
drama
Durasi:
108 menit
Sutradara:
Lone Scherfig
Pemain:
Anne Hathaway, Jim Sturgess, Rafe Spall, Patricia Clarkson, Jodie Whittaker, Ken Stott, Romola Garai
Studio:
Random House Films
Selasa, 03 April 2012
On 07.37 by keysara No comments
Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni.
Estetika berasal dari bahasa Yunani, αισθητική, dibaca aisthetike. Kali pertama digunakan oleh filsuf Alexander Gottlieb Baumgarten pada 1735 untuk pengertian ilmu tentang hal yang bisa dirasakan lewat perasaan.
Pada masa kini estetika bisa berarti tiga hal, yaitu:
- Studi mengenai fenomena estetis
- Studi mengenai fenomena persepsi
- Studi mengenai seni sebagai hasil pengalaman estetis
Keindahan seharusnya sudah dinilai begitu karya seni pertama kali dibuat. Namun rumusan keindahan pertama kali yang terdokumentasi adalah oleh filsuf plato yang menentukan keindahan dari proporsi, keharmonisan, dan kesatuan. Sementara aristoteles menilai keindahan datang dari aturan-aturan, kesimetrisan, dan keberadaan.
keindahan seharusnya memenuhi banyak aspek. aspek jasmani dan aspak rohani.
artikel nilai estetika dan filosofi moral dalam membangun rumah
Membangun sebuah rumah memerlukan perencanaan yang matang dan baik. Oleh karena itu seseorang tidak dituntut untuk dapat membangun rumah saja, namun juga dituntut untuk dapat mengutamakan berbagai nilai yang ada dalam proses membangun rumah. Seseorang yang membangun rumah berarti dia mempunyai sebuah tanggung jawab untuk lingkungannya, demikian juga dengan membawa beberapa unsur yang lainnya seperti unsur estetika dan unsur filosofi.
Sebuah bangunan yang indah tidak hanya mengedepankan nilau estetika saja, tapi juga memiliki nilai moral bagaimana sebuah bangunan juga sesuai dengan kebudayaan yang bekembang di masyarakat tersebut. Begitu pula dengan nilai estetika dari sebuah rumah, sebuah rumah yang baik tidak mengesampingkan estetika, estetika berarti keindahan. Keindahan dalam membangun rumah juga penting dan layak untuk diwujudkan secara nyata. Unsur filosofi biasanya berkaitan dengan adanya intervensi budaya pada sebuah bangunan, aplikasi seperti adanya simbol, ornamen, dan desain tertentu pada sebuah rumah sangat erat kaitannya dengan budaya yang mewakili rumah tersebut.
Pada sebuah bangunan seseorang dituntut untuk mewujudkan dengan memenuhi kaidah-kaidah arsitektur. Lalu apakah sebenarnya arsitektur itu sendiri?
Arsitektur adalah proses perencanaan dan pemikiran yang dikerjakan secara sadar oleh manusia untuk mewujudkan sebuah bangunan, ataupu rumah tinggal.Arsitektur berada pada seni dan teknologi yang daling melengkapi satu dengan yang lainnya sehingga kita menyadari bahwa arsitektur tidak akan pernah lepas dari unsur seni yang ada.
Nilai Estetika
Dalam membincangkan apa itu estetika kita tidak akan pernah lepas dari perbincangan tentang budaya. Ibarat sebuah nyawa, estetika adalah nyawa dari sebuah karya, dalam hal ini adalah karya arsitektur yang menjadi fokus perbincangan. Pada perkembangan lanjut tentang estetikan, kita akan banya membicarakan bgaimana masyarakat menilai sebuah estetika itu sendiri.
Nilai keindahan sebenarnya tidak memiliki ukuran tertentu dan bebas dari segala rumusan. Namun pada sebuah bangunan wujud estetika akan tampak pada kehormonian yang teraplikasikan dalam berbagai desain dan gaya. Adanya beberapa aspek seperti keindahan dalam membingkai harmoni dan proporsi, kesenangan pada adanya korelasi yang positif tentang arti efisiensi dan kenyamanan, kesukaan atau delight yang menonjolkan pada aspek selera. Unsur seni dan estetika pada sebuah bangunan tidak hanya akan terlihat pada ornamen dan ragam hias yang terpasang namun juga pada desain yang ada pada bangunan tersebut. Estetika akan semakin berkembang dan berevolusi sesuai dengan permintaan dan tren yang ada di masyarakat. Hal inilah yang membuat banyak desain arsitektur berkembang dan berproses sesuai dengan zamannya. Seringkali sebuah desain rumah akan digemari pada suatu zaman namun pada suatu ketika akan ditinggalkan.
Nilai Filosofi
Sebuah rumah adalah aplikasi dari unsur-unsur filosofi yang dianut oleh seseorang dan diaplikasikan dalam sebuah ornamen, ragam hias, ataupun desain. Rumah tradisional biasanya kental oleh unsur filosofi. Rumah tradisional kaya akan unsur ornamen dan ragam hias serta desain yang memiliki simbol-simbol tertentu. Beragam ornamen hias akan mewakili unsur filosofi tertentu dari beragam kebudayaan. Seperti ukiran yang terpahat di dinding, dan ornament yang terpampang pada desain rumah. Beragam ornament ini terkadang mewakili sebuah legenda, cerita, dan hal-hal yang banyak mengandung makna filosofi lainnya.
Demikianlah unsur-unsur yang terdapat dalam sebuah rumah dan bangunan. Anda akan mendapati bahwa sebuah rumah yang indah adalah rumah yang kaya akan unsur filosofi, estetika, dan nilai moral.
http://www.imagebali.net/detail-artikel/101-nilai-moral-estetika-dan-filosofi-dalam-membangun-sebuah-rumah.php
Dari pengertian nilai estetika, kita bisa menilai keindahan sesuatu apapun itu yang berisfat alamiah ataupun buatan manusia sesuai dengan nilai estetika yaitu yang dapat membhasa bagaimana sesuatu bisa terbentuk dan menjadi sebuah seni dan bisa dinikmati sebgai hasil karya yang indah
Langganan:
Postingan (Atom)
Search
Popular Posts
-
PC didesain berdasar generasi-generasi CPU yang berbeda. Intel bukan satu-satunya perusahaan yang membuat CPU, meskipun yang menjadi pelo...
-
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang...
-
C loud computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer ('komputasi') dan pengembangan berbasis Internet ('awan')....
-
Kom putasi adalah sebuah istilah umum untuk segala jenis pemrosesan informasi untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan meng...
-
Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk,...
-
Assalammualaikum wr,wb hallo gue mau share sedikit pengalaman gue at first time ngeblog, openingnya ga kaya pengajian kan ?? HAHA H...
-
One Day: Twenty Years, Two People By Keysara Nurani April 10, 2012 | Categories: Movies One Day merupakan film tahun 2011 yang mer...
-
Knitting atau merajut metode yang digunakan untuk membuat kain dengan menyambungkan benang sehingga menjadi sebuah rajutan yang ind...
-
Dari beberapa sumber mengatakan bahwa Plagiarisme atau sering disebut plagiat adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan ...
-
TAHAP-TAHAP GANGGUAN KEJIWAAN Timbulnya Gangguan Jiwa Dokter Heriani, Sp.K.J., seorang dokter ahli jiwa dari RSCM Jakarta, menjelaskan ...
Recent Posts
Sample Text
Diberdayakan oleh Blogger.
Mengenai Saya
- keysara
- young gifted and happy children.. none brother or sister.. good girl became a good woman sooner and Allah always give his blessed for me. little bit dumb but not idiot, heart break, broken


